Pempek adalah kenangan
0

Pempek adalah kenangan

Salam hangat sahabat sweetheart, semoga selalu dalam keberkahan dan lindunganNya.

Sahabat mungkin agak sedikit bingung dengan judul dari tulisan ini, dan mungkin sebagian ada yang teringat sebuah lagu yang di nyanyikan oleh Malyda di era 80-an berjudul ‘cinta adalah kenangan”. Yups, judul tulisan ini juga terinspirasi oleh judul lagu tersebut.

Bagi saya Pempek itu laksana cinta yang menimbulkan banyak kenangan. Kenapa? Jelas saja banyak kenangannya karena Saya lahir dan besar di sebuah kota yang dalam kondisi sehari hari tidak pernah lepas dari pempek, kota Palembang.

Pempek bagi sebagian besar masyarakat palembang adalah sesuatu yang selalu menyenangkan untuk di santap dalam kondisi apapun, mulai dari dini hari sampai tengah malam. Mulai dari makanan kudapan sehari hari sampai ke makanan paling di cari (top searching) saat lebaran/hari besar keagamaan. Mulai dari Arisan, reuni bahkan sampai ke acara pesta pernikahan, pempek selalu hadir sebagai makanan pelengkap maupun utama.

Tidak semua orang Palembang itu mahir dalam membuat Pempek. Karena begitu mudahnya mendapatkan pempek dalam beraneka ragam pilihan rasa, rupa dan harga. Sehingga banyak orang yang merasa tidak perlu bersusah payah hanya untuk ‘makan’ pempek. Yang mahir membuat pempekpun, tidak setiap kali juga membuat pempek, kecuali yang memang memiliki usaha’berjualan pempek’. Karena pembuatan pempek memerlukan waktu yg relatif lebih lama karena harus melalui beberapa tahapan. Dari menghaluskan ikan, membuat adonan, merebus adonan dan menggorengnya untuk di sajikan. Ditambah dengan pembuatan saus cuka pedasnya.

Sayapun pada mulanya bukan termasuk orang yang mahir membuat pempek. Karena selain bisa di dapat dengan membeli, keluarga besar sayapun acapkali memasak sendiri pempek untuk di makan beramai ramai. Sayapun seringkali ‘hanya’ melihat saja proses pembuatan pempek oleh beberapa keluarga saya, tanpa pernah berusaha mencoba. Karena saya orang yang praktis.

Namun ternyata, nasib membawa saya jauh dari kota Palembang. Walaupun di kota kota seperti Jakarta, Bandung dan Depok, ada banyak Pempek di jual, namun tetap saja lidah saya yang terbiasa dengan pempek asli Palembang, merasa tidak puas. Sementara kalaupun ada pempek yang masuk ‘kategori’ enak di lidah saya, tentu saja masih ada kendala untuk membelinya. Karena pempek tersebut cenderung ‘mahal’ untuk dompet saya yang pas-pasan.

So what? Berawal dari itulah, saya mencoba membuat sendiri ‘pempek’ berdasar bekal resep dan kenangan saya akan rasa dan cara pembuatan pempeknya. Hmm ternyata setelah saya mencobanya….membuat pempek itu tidak mudah.

Saya berulangkali gagal ketika mencoba membuat pempek. Di kota lain tentu saja agak sulit mancari ikan seperti di Palembang, pilihan yang paling mudah adalah menggunakan ikan tenggiri. namun ikan tenggiri yang bagaimana?? Bila tidak pandai memilih ikan tenggiri, yamg akan di dapatkan adalah pempek yang berasa ikan tapi berwarna kehitaman. Padahal seharusnya pempek berwarna putih kekuningan.

Selain itu, jenis tepung sagu yang sama seperti di Palembang juga sulit di temukan, bahkan saya awalnya tidak tahu sebelum mencobanya. Tepung sagu tani yang beredar di pasar ternyata tidak seperti tepung sagu di Palembang. Hasilnya, tentu saja pempek menjadi sulit di bentuk dan lebih kenyal.

Namun tentu saja, saya tidak ingin menyerah begitu saja dalam mencoba membuat Pempek dengan cita rasa Pempek palembang Asli namun di buat di kota lain. Alhamdulillah setelah melalui berbagai percobaan dan mengumpulkan beragam informasi dalam waktu yang lumayan panjang, akhirnya saya berhasil membuat pempek yang tentu saja bercita rasa asli pempek palembang, pempek yang lembut ketika di kunyah, gurih dengan aroma dan rasa paduan ikan plus bawang putih yang harum. Inilah cikal bakal resep dari Pempek sweetheart yang saya jual.

Begitulah, usaha Pempek Sweetheart ini bermula dari kenangan, dan selalu menjadi kenangan. Dan semoga juga menjadi kenangan bagi penggemar Pempek khususnya pempek Sweetheart. Kenangan yang indah tentunya, sebagaimana kenangan akan cinta yang indah.

Salam Sweetheart

Herlina Mutmainah
owner of pempek sweetheart

pengunjung datang dari kata kunci ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>